Lepaskan
Saja Dia, Hinata!
Disclamaire: Masashi
Kishimoto
Author: Ne-chan
Rate: T ato apalah.
karna gak publis minggu lalu maka hari ini pubkishnya 2 kali.
Summary: Naruto mengagumi Hinata secara diam-diam.
Hinata juga sebaliknya. Semua berubah ketika seorang karyawan baru berumur 24
tahun bekerja di Konoha Academy. Pelan-pelan, Hinata mengagumi guru bernama
Uchiha Madara tersebut. Dia menulis perasaannya pada diary secara diam-diam.
Dia tak ingin siapapun tahu tentang perasaannya. Terutama Naruto. Naruto pernah
menyampaikan perasaannya cintanya pada Hinata. Hinata juga membalas cintanya.
Tetapi dia menolak untuk pacaran dengan Naruto karena alasan takut di marahi
Hiashi. Tanpa sengaja Naruto membuka diary Hinata. Ditambah pada saat
istirahat, Naruto melihat Madara menyatakan cintanya pada Hinata. Hinata juga
menyetujui mereka akan menjadi sepasang kekasih. Akankah cinta Hinata kembali
pada Naruto?
Pairing: U. Madara, U.
Naruto, H. Hinata, DE EL EL
Lepaskan Saja Dia, Hinata!
Chap. 1
Di
lorong Academy, nampak 2 orang lelaki sedang berjalan menyusuri lorong. Seorang
berambut hitam jabrik seperti pantat ayam. Seorang berambut pirang dengan model
durian. “BOSEN!” Teriak si rambut durian. “Berisik!” Balas si pantat ayam. Si
rambut durian menggeleng. “Oh…begitukah?. Kau tahu tidak ada guru muda di kelas
emm…kelas apa ya? Ah! Kelas 3-3. Kudengar dia, menggantikan Kurenai-sensei.” si
rambut durian alias Naruto menginformasi. “Enggak tahu! Sebenernya kita mau
ngapain sih jalan-jalan di lorong sepi kayak gini? Udah ah…aku ada kelas!”
Jawab si pantat ayam alias Sasuke. Sasuke pun memutar balik. “Cih…dasar Teme.”
Rutuk Naruto. Dia kembali ke ruang guru dan menemukan hanya ada seorang saja
disana, Hyuuga Hinata. Naruto meneguk ludah. “Hinata-san? Bukankah kau ada
kelas sekarang?” Tanya Naruto. “I…iya, aku tahu. T…tapi…aku lupa membawa
sesuatu!” Jawab Hinata gugup. “Permisi! Aku harus ke kelasku sekarang!” Hinata
pun berlari. Bruk…sebuah buku terjatuh. Tetapi Hinata telah pergi. “Hinata!
Tunggu! Bukumu!” Seru Naruto panik. Tetapi percuma saja, Hinata telah
meninggalkan ruang guru. “Hh…ya sudah! Nanti saja kukembalikan.” Gumamnya
sambil membolak-balikkan buku milik Hinata yang di depannya berlambang klan
Hyuuga dan dibelakangnya simbol Konohagakure. Naruto pun duduk di kursinya.
“Buku apa sih ini?” Batinnya. Karena rasa penasaran yang sangat dalam, ia
membacanya. Dan ternyata itu adalah buku diary.
Halaman pertama…
Dear
Diary…
Ayah membelikanku sebuah Diary
bagus. Aku akan menuliskan rahasia yang tidak boleh diketahui orang lain.
Rahasia pertama dalam buku ini.
Aku mencintainya. Aku meyayanginya. Aku menyukainya. Aku mencintai,
menyayangi, menyukai, Uzumaki Naruto. Tapi cintaku harus tertampar ketika
melihatnya berjalan dengan seorang wanita berambut pink tua. Oh…aku pikir itu
adalah pacarnya. Ternyata ibunya, Uzumaki Kushina.
Senyum Naruto mengembang ketika ia melihat
cintanya terbalas.
Halaman kedua…
Dear Diary…
Cintaku benar-benar menamparku. Benar-benar.
Kali ini lebih sakit. Sesakit ketika dirimu melihat 2 orang dan salah satunya
kau cintai. Uzumaki Naruto berdua dengan wanita berambut pink. Bukan, kali ini
bukan Kushina-sama, melainkan Haruno Sakura, sahabatku sendiri. Tolonglah aku,
Kami-sama! Aku mencintainya lebih daripada aku mencintai diriku. Aku rela mati
demi dia! Tolonglah buat ia berpaling dari Sakura!
Senyumnya mulai menipis dikala ia mengingat
hal itu. Haruno Sakura menolaknya dan lebih memilih pergi bersama Uchiha
Sasuke, sahabatnya. Dia membalikkan halaman itu sampai mendapat sesuatu yang
menarik. Sret…halaman tengah terbuka. Entah dari mana, nalurinya ingin
membacanya.
Dear
Diary…
Seorang guru baru masuk ke Konoha
Academy. Dia bernama Uchiha Madara. Semuanya terkagum-kagum melihat pesonanya. Bahkan
kulihat Sasuke-kun hampir bertarung dengan Madara. Itu terjadi karena Sakura
mengaguminya. Mereka sama-sama Uchiha dan punya Sharingan. Bahkan bukan
Sharingan biasa. Bentuknya sangat cantik dan berbeda tiap anggota Uchiha. Kalau
tidak salah namanya Mangekyou Sharingan. Hanya karena Sakura berpaling ke arah
Madara mereka bertengkar. Aku juga mencintainya.
Dar…Hatinya
bagai disambar petir. “Apa maksudnya ini?” Ucap Naruto dengan rasa getir.
Kriing….bel sekolah berbunyi. Semua anak
memenuhi kantin dan lorong. Tak terkecuali Naruto, guru olahraga itu, juga
keluar untuk beristirahat di taman sembari melupakan Hinata. Sesosok bayangan
yang ia kenali, melintas di depannya. Sret…Naruto menarik tangannya.
“Hi…Hinata-san? Ini bukumu. Tadi terjatuh!” Ucap Naruto dengan rasa gugup. “Eh?
Ma…maaf…Uzumaki-san. Aku merepotkanmu!” Hinata menundukkan kepalanya
berkali-kali. “Tidak apa-apa. Hinata-san, se…sebenarnya…a…aku menyukaimu.
Maukah kau…” Ucapan Naruto terputus sejenak. Ia menarik napas panjang.
“…menjadi pacarku?” Lanjutnya. Muka Hinata merah padam. Seperti orang yang
ketahuan melakukan sebuah pelanggaran. “E…eh…aku…aku juga mencintaimu. Tapi aku
takut ayah marah. Maaf Uzumaki-san,” ucapnya sambil pergi. Naruto tertunduk lesu.
Ia berusaha tidak memikirkan Hinata. “Hh…terserah. Aku harus bersiap-siap.
Kelas olahraga sebentar lagi.” Pikirnya.
“Yak! Ayo! Kelas 2-1 pemanasan dulu!” Teriak
Naruto lantang. Semua melakukan gerakan pemanasan seperti yang dicontohkan
Naruto. “Sekarang lari 3 keliling lapangan!” Perintahnya. Semua mengikuti
perintahnya. Pada putaran kedua, seorang anak perempuan terjatuh. “Kau tidak
apa-apa? Siapa namamu?” Naruto menghampiri anak itu. “Hosh…hosh…Mi…Midori,
sensei,” Jawabnya. “Midori? Kalau tidak salah, kau punya penyakit asma ‘kan?
Ayo, istirahat dulu!” Ajak Naruto. Naruto tidak menyadari ada sesosok mata
dengan iris lavender sedang menatapnya. Dia sedang duduk di bawah pohon tak
jauh dari lapangan.
Hinata POV
Dulu aku seperti anak itu, Midori. Ya, aku
memang lemah dalam olahraga. Tapi aku pintar di segala bidang selain olahraga.
Kuharap, aku yang menjadi anak itu. Aku ingin sekali memeluknya. Memeluk
Naruto. Naruto. 3 suku kata yang sering kupikirkan dimanapun aku berada. Bahkan
ketika mengagumi Madara, aku masih memikirkan nama itu. Tampan sekali. Meski
aku mengakui Madara lebih tampan darinya. Sekalipun Itachi-san atau Sasuke-kun.
Madara melebihi mereka. Tapi aku terlanjur menyukai Naruto. Kini aku berada
dalam 2 pilihan. Madara atau Naruto.
Bruk…seseorang duduk di sebelahku. Aku masih
menatap Naruto. Seharusnya kuterima cintanya tadi. Kurasa dia sangat terpuruk.
“Hei…mau roti, Hinata?” Tanya sebuah suara. Aku menoleh. “Ma...Madara-san?!
Sejak kapan kau disana?” aku dibuatnya terkejut. Aku tak bisa menahan mukaku
yang sudah seperti kepiting rebus. “Kenapa mukamu merah begitu? Apa kau sakit?”
Tanyanya. Aku menggeleng. Dia mendekapku ke dalam pelukannya. Hangat. “Kau ini
guru yang rajin dan pintar. Jadi aku akan melindungimu. Dari orang-orang yang
berniat mengganggumu.” Ujarnya lembut. Ya ampun! Rasanya aku meledak menjadi
molekul-molekul kecil tak terlihat. “Nah, ayo makan! Sedari tadi aku tak
melihatmu menyantap sesuatu.” Aku menggeleng. Dia menyuapiku. Memaksa agar
makanan bernama roti itu mengisi lambungku yang kosong.
End
Hinata POV
Naruto POV
Pelajaran olahraga sudah berakhir.
Kulangkahkan kakiku untuk beristirahat di bawah pohon. Tapi…ya ampun! Oh my
God! Madara dan Hinata sedang bermesraan. Madara menyuapi Hinata. Aku juga bisa kalau hanya seperti itu.
Kenapa harus Madara, Hinata?! Hatiku menjerit kencang. Tak terima apa yang
di hadapanku ini. Aku bersembunyi di balik pohon. Mereka tak melihatku.
“Maukah kau…Hinata…menjadi…kekasihku?”
Kulihat
Hinata mengangguk senang. “Iya, aku mau!” sekali lagi, kenapa harus Madara,
Hinata?! Terasa ada badai disini, di hatiku. Kenapa ketika aku bertanya dia tak
mau? Kenapa ketika Madara bertanya dia mau? Tak kuat dengan momen –yang menurut
mereka membahagiakan tetapi momen pilu menurutku- ini, aku segera pergi
meninggalkan mereka yang sedang bermesraan.
End Naruto POV
To be Continued…
Minna! Author bikinnya acak-acakan dan
sebenernya males. Author pengen nyiptain MadaHina. Tapi males juga kalo
MadaHina berlanjut terus. Alesannya, kasian Hinata punya pacar Madara yang
sebenernya jahat and yaah…nyusahin hidup Hashirama bahkan seluruh shinobi.
Gara-gara Madara Kaguya jadi keluar. Lagian enggak baik dendam-dendaman. Dan
satu lagi, Because I like Hyuuga Hinata!!! Yatta!! *lompat2 gaje*. Makanya
Author bikin cinta segitiga MadaHinaNaru. Dan Konoha Academy itu setingkat SD
(aku yang ngarang koq…=_=) . Dan maaf untuk Neji bikin Pizza part 3-nya di
pending dulu. Males bikinnya. Author enggak yakin fanfic Chap. selanjutnya
bakal selesei dalam jangka pendek. Pokoknya tunggu ajah Chap.2 nya yah? Dan
tolong share sumbernya donk! kalo mau NB: Tolong komennya! Kalo jelek nanti
Author jadiin kritikan.
NB
(Satu lagi): GOMEN! Ne-chan telat publish! Kesalahan flashdisk.
Makasyiiihh…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar