Sabtu, 02 April 2016


Lepaskan Saja Dia, Hinata!

Disclamaire: Masashi Kishimoto
Author: Ne-chan
Rate: T ato  apalah.
karna gak publis minggu lalu maka hari ini pubkishnya 2 kali.
Summary:  Naruto mengagumi Hinata secara diam-diam. Hinata juga sebaliknya. Semua berubah ketika seorang karyawan baru berumur 24 tahun bekerja di Konoha Academy. Pelan-pelan, Hinata mengagumi guru bernama Uchiha Madara tersebut. Dia menulis perasaannya pada diary secara diam-diam. Dia tak ingin siapapun tahu tentang perasaannya. Terutama Naruto. Naruto pernah menyampaikan perasaannya cintanya pada Hinata. Hinata juga membalas cintanya. Tetapi dia menolak untuk pacaran dengan Naruto karena alasan takut di marahi Hiashi. Tanpa sengaja Naruto membuka diary Hinata. Ditambah pada saat istirahat, Naruto melihat Madara menyatakan cintanya pada Hinata. Hinata juga menyetujui mereka akan menjadi sepasang kekasih. Akankah cinta Hinata kembali pada Naruto?
Pairing: U. Madara, U. Naruto, H. Hinata, DE EL EL


Lepaskan Saja Dia, Hinata!
Chap. 1

Di lorong Academy, nampak 2 orang lelaki sedang berjalan menyusuri lorong. Seorang berambut hitam jabrik seperti pantat ayam. Seorang berambut pirang dengan model durian. “BOSEN!” Teriak si rambut durian. “Berisik!” Balas si pantat ayam. Si rambut durian menggeleng. “Oh…begitukah?. Kau tahu tidak ada guru muda di kelas emm…kelas apa ya? Ah! Kelas 3-3. Kudengar dia, menggantikan Kurenai-sensei.” si rambut durian alias Naruto menginformasi. “Enggak tahu! Sebenernya kita mau ngapain sih jalan-jalan di lorong sepi kayak gini? Udah ah…aku ada kelas!” Jawab si pantat ayam alias Sasuke. Sasuke pun memutar balik. “Cih…dasar Teme.” Rutuk Naruto. Dia kembali ke ruang guru dan menemukan hanya ada seorang saja disana, Hyuuga Hinata. Naruto meneguk ludah. “Hinata-san? Bukankah kau ada kelas sekarang?” Tanya Naruto. “I…iya, aku tahu. T…tapi…aku lupa membawa sesuatu!” Jawab Hinata gugup. “Permisi! Aku harus ke kelasku sekarang!” Hinata pun berlari. Bruk…sebuah buku terjatuh. Tetapi Hinata telah pergi. “Hinata! Tunggu! Bukumu!” Seru Naruto panik. Tetapi percuma saja, Hinata telah meninggalkan ruang guru. “Hh…ya sudah! Nanti saja kukembalikan.” Gumamnya sambil membolak-balikkan buku milik Hinata yang di depannya berlambang klan Hyuuga dan dibelakangnya simbol Konohagakure. Naruto pun duduk di kursinya. “Buku apa sih ini?” Batinnya. Karena rasa penasaran yang sangat dalam, ia membacanya. Dan ternyata itu adalah buku diary.
 Halaman pertama…
  Dear Diary…
Ayah membelikanku sebuah Diary bagus. Aku akan menuliskan rahasia yang tidak boleh diketahui orang lain. Rahasia pertama dalam buku ini.
  Aku mencintainya. Aku meyayanginya. Aku menyukainya. Aku mencintai, menyayangi, menyukai, Uzumaki Naruto. Tapi cintaku harus tertampar ketika melihatnya berjalan dengan seorang wanita berambut pink tua. Oh…aku pikir itu adalah pacarnya. Ternyata ibunya, Uzumaki Kushina.
  Senyum Naruto mengembang ketika ia melihat cintanya terbalas.
 Halaman kedua…
  Dear Diary…
 Cintaku benar-benar menamparku. Benar-benar. Kali ini lebih sakit. Sesakit ketika dirimu melihat 2 orang dan salah satunya kau cintai. Uzumaki Naruto berdua dengan wanita berambut pink. Bukan, kali ini bukan Kushina-sama, melainkan Haruno Sakura, sahabatku sendiri. Tolonglah aku, Kami-sama! Aku mencintainya lebih daripada aku mencintai diriku. Aku rela mati demi dia! Tolonglah buat ia berpaling dari Sakura!
 Senyumnya mulai menipis dikala ia mengingat hal itu. Haruno Sakura menolaknya dan lebih memilih pergi bersama Uchiha Sasuke, sahabatnya. Dia membalikkan halaman itu sampai mendapat sesuatu yang menarik. Sret…halaman tengah terbuka. Entah dari mana, nalurinya ingin membacanya.
  Dear Diary…
Seorang guru baru masuk ke Konoha Academy. Dia bernama Uchiha Madara. Semuanya terkagum-kagum melihat pesonanya. Bahkan kulihat Sasuke-kun hampir bertarung dengan Madara. Itu terjadi karena Sakura mengaguminya. Mereka sama-sama Uchiha dan punya Sharingan. Bahkan bukan Sharingan biasa. Bentuknya sangat cantik dan berbeda tiap anggota Uchiha. Kalau tidak salah namanya Mangekyou Sharingan. Hanya karena Sakura berpaling ke arah Madara mereka bertengkar. Aku juga mencintainya.
Dar…Hatinya bagai disambar petir. “Apa maksudnya ini?” Ucap Naruto dengan rasa getir.
    Kriing….bel sekolah berbunyi. Semua anak memenuhi kantin dan lorong. Tak terkecuali Naruto, guru olahraga itu, juga keluar untuk beristirahat di taman sembari melupakan Hinata. Sesosok bayangan yang ia kenali, melintas di depannya. Sret…Naruto menarik tangannya. “Hi…Hinata-san? Ini bukumu. Tadi terjatuh!” Ucap Naruto dengan rasa gugup. “Eh? Ma…maaf…Uzumaki-san. Aku merepotkanmu!” Hinata menundukkan kepalanya berkali-kali. “Tidak apa-apa. Hinata-san, se…sebenarnya…a…aku menyukaimu. Maukah kau…” Ucapan Naruto terputus sejenak. Ia menarik napas panjang. “…menjadi pacarku?” Lanjutnya. Muka Hinata merah padam. Seperti orang yang ketahuan melakukan sebuah pelanggaran. “E…eh…aku…aku juga mencintaimu. Tapi aku takut ayah marah. Maaf Uzumaki-san,” ucapnya sambil pergi. Naruto tertunduk lesu. Ia berusaha tidak memikirkan Hinata. “Hh…terserah. Aku harus bersiap-siap. Kelas olahraga sebentar lagi.” Pikirnya.  
   “Yak! Ayo! Kelas 2-1 pemanasan dulu!” Teriak Naruto lantang. Semua melakukan gerakan pemanasan seperti yang dicontohkan Naruto. “Sekarang lari 3 keliling lapangan!” Perintahnya. Semua mengikuti perintahnya. Pada putaran kedua, seorang anak perempuan terjatuh. “Kau tidak apa-apa? Siapa namamu?” Naruto menghampiri anak itu. “Hosh…hosh…Mi…Midori, sensei,” Jawabnya. “Midori? Kalau tidak salah, kau punya penyakit asma ‘kan? Ayo, istirahat dulu!” Ajak Naruto. Naruto tidak menyadari ada sesosok mata dengan iris lavender sedang menatapnya. Dia sedang duduk di bawah pohon tak jauh dari lapangan.
 Hinata POV
 Dulu aku seperti anak itu, Midori. Ya, aku memang lemah dalam olahraga. Tapi aku pintar di segala bidang selain olahraga. Kuharap, aku yang menjadi anak itu. Aku ingin sekali memeluknya. Memeluk Naruto. Naruto. 3 suku kata yang sering kupikirkan dimanapun aku berada. Bahkan ketika mengagumi Madara, aku masih memikirkan nama itu. Tampan sekali. Meski aku mengakui Madara lebih tampan darinya. Sekalipun Itachi-san atau Sasuke-kun. Madara melebihi mereka. Tapi aku terlanjur menyukai Naruto. Kini aku berada dalam 2 pilihan. Madara atau Naruto.
 Bruk…seseorang duduk di sebelahku. Aku masih menatap Naruto. Seharusnya kuterima cintanya tadi. Kurasa dia sangat terpuruk. “Hei…mau roti, Hinata?” Tanya sebuah suara. Aku menoleh. “Ma...Madara-san?! Sejak kapan kau disana?” aku dibuatnya terkejut. Aku tak bisa menahan mukaku yang sudah seperti kepiting rebus. “Kenapa mukamu merah begitu? Apa kau sakit?” Tanyanya. Aku menggeleng. Dia mendekapku ke dalam pelukannya. Hangat. “Kau ini guru yang rajin dan pintar. Jadi aku akan melindungimu. Dari orang-orang yang berniat mengganggumu.” Ujarnya lembut. Ya ampun! Rasanya aku meledak menjadi molekul-molekul kecil tak terlihat. “Nah, ayo makan! Sedari tadi aku tak melihatmu menyantap sesuatu.” Aku menggeleng. Dia menyuapiku. Memaksa agar makanan bernama roti itu mengisi lambungku yang kosong.
End Hinata POV
 Naruto POV
  Pelajaran olahraga sudah berakhir. Kulangkahkan kakiku untuk beristirahat di bawah pohon. Tapi…ya ampun! Oh my God! Madara dan Hinata sedang bermesraan. Madara menyuapi Hinata. Aku juga bisa kalau hanya seperti itu. Kenapa harus Madara, Hinata?! Hatiku menjerit kencang. Tak terima apa yang di hadapanku ini. Aku bersembunyi di balik pohon. Mereka tak melihatku.
  “Maukah kau…Hinata…menjadi…kekasihku?”
Kulihat Hinata mengangguk senang. “Iya, aku mau!” sekali lagi, kenapa harus Madara, Hinata?! Terasa ada badai disini, di hatiku. Kenapa ketika aku bertanya dia tak mau? Kenapa ketika Madara bertanya dia mau? Tak kuat dengan momen –yang menurut mereka membahagiakan tetapi momen pilu menurutku- ini, aku segera pergi meninggalkan mereka yang sedang bermesraan.
 End Naruto POV
To be Continued…
 Minna! Author bikinnya acak-acakan dan sebenernya males. Author pengen nyiptain MadaHina. Tapi males juga kalo MadaHina berlanjut terus. Alesannya, kasian Hinata punya pacar Madara yang sebenernya jahat and yaah…nyusahin hidup Hashirama bahkan seluruh shinobi. Gara-gara Madara Kaguya jadi keluar. Lagian enggak baik dendam-dendaman. Dan satu lagi, Because I like Hyuuga Hinata!!! Yatta!! *lompat2 gaje*. Makanya Author bikin cinta segitiga MadaHinaNaru. Dan Konoha Academy itu setingkat SD (aku yang ngarang koq…=_=) . Dan maaf untuk Neji bikin Pizza part 3-nya di pending dulu. Males bikinnya. Author enggak yakin fanfic Chap. selanjutnya bakal selesei dalam jangka pendek. Pokoknya tunggu ajah Chap.2 nya yah? Dan tolong share sumbernya donk! kalo mau NB: Tolong komennya! Kalo jelek nanti Author jadiin kritikan.
NB (Satu lagi): GOMEN! Ne-chan telat publish! Kesalahan flashdisk.
                                 Makasyiiihh…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar